TNI AD Tak Tambah Kekuatan di Perbatasan Timor
Senin, 25 April 2005 | 12:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Mayor Jenderal Hotma Ngaraja Panjaitan mengatakan, TNI AD belum akan menambah personilnya di perbatasan Indonesia-Timor Leste setelah insiden penembakan, pekan lalu. Hingga kini, kata dia, dua batalion TNI AD ditempatkan di wilayah itu.
"Kami belum menambah karena tidak ada ancaman infiltrasi," kata Hotma di Jakarta, Senin (26/4).
Kamis lalu, Komandan Pos Satuan Pengamanan Perbatasan dari Yon Armed-8, Lettu (Art) Deddy Setyawan, ditembak. Pemerintah Timor mengakui, pelaku penembakan adalah polisi negara bekas provinsi ke-27 Republik Indonesia itu.
Hotma menyampaikan, pasukan yang ada di perbatasan terdiri dari satu batalion organik dan satu batalion tambahan. Menurutnya, penyelundupan memang seringkali terjadi di wilayah itu. TNI penjaga perbatasan, kata Hotma, hanya bertugas meminimalisasi pelanggaran perbatasan.
Hotma meminta kepada Timor Leste secara konsekwen menepati komitmen bersama untuk menjaga perbatasan dan mencegah aksi penyelundupan. Agus Supriyanto





