Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tapol Napol Jawa Barat Demo Melawan Diskriminasi
Selasa, 26 April 2005 | 18:11 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Sekitar 30 orang eks tahanan dan narapidana politik mendatangi Komisi A DPRD Jawa Barat Selasa (26/4) siang. Mereka yang mewakili puluhan ribu tahanan dan narapidana politik lainnya di Jawa Barat meminta dewan agar mendesak pemerintah mencabut semua peraturan yang diskriminatif terhadap eks tahanan dan narapidana politik beserta keluarganya yang diduga terlibat G 30 S.

Menurut Muyono dari Yayasan Penelitian Korban
Peristiwa (YPKP) 1965-1966 Jawa Barat, saat ini orde
baru sudah tidak berkuasa. Namun para eks tapol dan
napol masih mengalami pelanggaran Hak Asasi Manusia.
"Misalnya ada tanda khusus ET dalam KTP yang berarti
Eks Tapol,"kata Mulyono.

Akibat dari perlakukan diskriminatif itu, eks tapol dan napol beserta keluarga mereka tidak boleh masuk dalam struktur pemerintahan di tingkat desa atau kelurahan. Mereka pun sulit mendapatkan pekerjaan dan jaminan sosial lainnya. "Sudah saatnya penyiksaan serta pelanggaran terhadap hak kami dihentikan,"ujar Mulyono.

Anggota Komisi A, DPRD Jawa Barat Abdul Manan menyatakan sebenarnya pemerintah sudah mencabut semua undang-undang yang menyangkut diskriminasi terhadap eks tahanan dan
narapidana politik ini. Namun masih terjadi diskriminasi mungkin bersifat lokal. "Karena itu perlu ada sosialisasi ke tingkat daerah,"katanya.

Wakil Ketua Komisi A Ahmad Adib Zein berjanji akan
menyampaikan desakan ini kepada Pemerintah Propinsi
Jawa Barat dan pemerintah pusat. Menurut Adib, sudah
seharusnya para eks tahanan dan narapidana politik itu
tidak diperlakukan sebagai orang yang salah seumur
hidupnya. "Negara tidak boleh lagi melanggar HAM
karena perbedaan politik,"ujarnya.

Menurut Mulyono, sampai saat ini diperkirakan ada
sekitar 30 ribu eks tahanan politik yang ada di Jawa
Barat. Selain itu, dari data yang dikumpulkan oleh
YPKP, ada lebih dari 10 ribu tapol lainnya yang sampai
sekarang bermukim di kawasan Subang Jawa Barat dan
sekitarnya.

Rana Akbari Fitriawan/Ahmad Fikri/Ike Agestu

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mantan Tahanan Politik (Tapol) G 30 S/PKI, Kolonel Latief (tengah) bersama mantan Tapol/Napol lainnya melakukan protes menuntut pembentukan KPP HAM yang bertugas mengusut pelanggaran kejahatan kemanusiaan, politik, dan ekonomi yang telah dilakukan mantan Presiden Soeharto dengan poster Mantan Tahanan Politik (Tapol) G 30 S/PKI, Kolonel Latief (tengah) bersama mantan Tapol/Napol lainnya melakukan protes menuntut pembentukan KPP HAM yang bertugas mengusut pelanggaran kejahatan kemanusiaan, politik, dan ekonomi yang telah dilakukan mantan Presiden Soeharto dengan poster
Kolonel Latief dan mantan Tapol
Kolonel Latief dan Tapol G 30 S/PKI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidang Pembakar Foto SBY Ricuh
Tahanan Politik G-30-S Madiun Tuntut Rehabilitasi
Soal PKI Gus Dur Somasi Balik LBH Jakarta
Polisi: Muslim Radikal yang Dideportasi dari Dili
Penyembunyi Dr.Azahri Di Jawa Timur Menghuni LP Cipinang
Tuntutan Qital Batal Lagi, Masa Tahanannya Sudah Habis
Auditorium Departemen Pertanian Dijaga Ketat
Ba'asyir Keluar Dari LP Cipinang
Baasyir Akan Disidang di Gedung Departemen Pertanian
Anggotanya Meningal di Tahanan, PRD Mengadu ke Komnas HAM
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Panwas Lamongan Laporkan Pelanggaran Pilgub
Izin Operasi Riau Airlines Akan Dibekukan
Gambus Jawa
UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data