Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malaysia "Ralat" Soal Pengurangan Pasukan di Ambalat
Selasa, 26 April 2005 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak "meralat" bahwa telah ada kesepakatan antara negaranya dan Indonesia untuk mengurangi kekuatan masing-masing di Laut Sulawesi. Menurut dia, tidak ada kesepakatan yang spesifik dalam pertemuan antara petinggi Angkatan Laut kedua negara di Batam, pekan lalu.

Menurut dia, kedua negara memang sepakat untuk menurunkan ketegangan di blok Ambalat, Laut Sulawesi, yang diklaim sebagai wilayah masing-masing. "Namun, tidak ada kesepakatan yang spesifik bahwa masing-masing hanya akan menempatkan satu kapalnya di sana," kata Najib kepada kantor berita Bernama, hari ini, di Kuala Lumpur.

Najib pada Ahad lalu menyatakan, Malaysia dan Indonesia setuju untuk mengurangi keberadaan kapal patroli masing-masing di blok Ambalat. Namun, keesokan harinya, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, belum ada pengurangan kapal-kapal perang Indonesia di Laut Sulawesi yang menjadi obyek sengketa dengan Malaysia. Ia juga membantah ada kesepakatan untuk mengurangi kapal masing-masing.

Kendati tidak ada kesepakatan spesifik, menurut Najib, Angkatan Laut Indonesia terlihat hanya menempatkan satu kapal perangnya. Ini, kata Menteri Pertahanan itu, dilakukan dengan semangat mengurangi ketegangan, dan "Angkatan Laut Malaysia akan melakukan hal serupa." Bernama


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panglima TNI: Tak Ada Pengurangan Pasukan di Ambalat
RI-Malaysia Setuju Tempatkan Kekuatan Berimbang di Ambalat
Malaysia-RI Setuju Kurangi Kapal Perangnya di Ambalat
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
KSAL Bertemu Panglima Laut Malaysia di Batam
Malaysia Tolak Pindahkan Kapal Perang dari Ambalat
Indonesia Protes Insiden Ambalat ke Malaysia
Panglima TNI: Rp 13.500 Perhari untuk Prajurit di di Ambalat
Ketua MPR : Batas Luar Indonesia Lemah
Ambalat Tetap Bagian Wilayah Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data