|
Mabes Polri Tak Mampu Awasi Psikologi Anggotanya
Kamis, 28 April 2005 | 12:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia mengakui tidak bisa memantau kejiwaan setiap anggotanya. Alasannya, menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Zainuri Lubis, jumlah anggota kepolisian yang sudah mencapai hampir 300 ribu orang.
"Jadi, ada perbuatan-perbuatan anggota yang aneh yang mungkin tidak bisa dipantau oleh Divisi Profesi dan Keamanan," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/4).
Mabes Polri, menurut Zainuri, hanya bisa mengawasi psikologis anggota melalui beberapa tes yang dilakukan secara periodik. Misalnya, saat kenaikan pangkat atau jabatan. Secara manajerial tingkah laku anggota kepolisian dipantau secara berjenjang. Misalnya, polisi yang bertugas di tingkat Polres diawasi oleh Kepala Polres.
Zainuri mengomentari aksi tembak Iptu Sugeng Wiyono, perwira staf bagian administrasi Polres Jombang, kepada atasannya, Ajun Komisaris Ibrahim Ghani. Setelah menembak atasannya, Sugeng bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya sendiri. Zainuri menambahkan, "Karena tersangka pembunuhan sudah tewas, otomatis kasus ini selesai."
Dikatakannya, kepolisian akan lebih selektif dalam pendidikan dasar ataupun lanjutan, khususnya dalam pemberian psikotes. "Harapan kami tentunya semakin tinggi pangkat dan intelektualnya, seorang polisi menjadi lebih dewasa pola pikirnya," tuturnya. Erwin Daryanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|