|
Theo Sempat Kejar-kejaran dengan Koordinator Pertandingan
Kamis, 28 April 2005 | 19:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Theo F. Toemion sempat mengejar koordinator pertandingan Michelle Mabee, sebelum insiden pemukulan Ahad (17/4) lalu. "Saya hanya minta penjelasan dari dia," kata Theo di Belanda yang dihubungi melalui telepon internasional dari Jakarta, Kamis (28/4).
Menurut Theo, Mabee menolak memberi penjelasan mengapa anaknya, Daniel, 7 tahun, dikeluarkan dari lapangan pada pertandingan basket antarkelas saat itu. Theo menyatakan, aksinya itu memang terkesan mengejar-kejar orang. Padahal, ia mengaku hanya meminta penjelasan.
Theo memukul pelatih basket dan sejumlah orang lainnya di Jakarta International School. Insiden ini berbuntut panjang, karena Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta bahkan mengancam untuk tidak memberikan visa kepada politikus PDI Perjuangan bila ingin bepergian ke Amerika.
Kepada Tempo, Theo mengaku anaknya, Daniel, diperlakukan sangat tidak adil, diskriminatif, dan rasis. Padahal, kata dia, anak bungsunya itu "berkemampuan luar biasa" dalam bermain basket. Karena itu, Theo yang mengaku datang menonton pertandingan bersama kakak, keponakan, dan kerabatnya yang lain pun naik pitam karena Daniel dikeluarkan tanpa alasan.
Menurut Theo, saat itu istrinya marah-marah. Mabee lalu lari sambil berteriak-teriak. "Kenapa tidak mau bicara, ini kan seakan-akan jijik dengan orang Indonesia. Rasis kan? Kalau dia (Mabee) mau bicara selesai persoalan," kata mantan anggota DPR itu.
Saat Theo bersitegang inilah sang wasit, siswa berusia 14 tahun, berusaha menengahi. Namun, menurut Theo, wasit itu justru terkesan membela Mabee. Bocah inilah yang kemudian kena bogem mentah hingga tulang hidungnya patah. Namun, Theo menilai hal itu tidak sebanding dengan "luka batin" anaknya yang telah diperlakukan tidak adil. Rengga
Baca juga wawancara dengan Theo Toemion di Koran Tempo edisi 29 April 2005
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|