Polisi Australia: Nelayan Heri Meninggal Secara Alami
Selasa, 03 Mei 2005 | 18:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi Federal Australia menyimpulkan nelayan Indonesia, Muhammad Heri meninggal dunia secara alami. “Ya, serangan jantung,” ujar Pelaksana Konsul Indonesia di Darwin Buchari Bakar kepada Tempo, Selasa (3/5).
Dari catatan otopsi hasil investigasi kepolisian dan lembaga perikanan di Australia, kata dia, nahkoda Gunung Mas Baru itu diketahui sebagai heavy smoker (perokok berat). Otopsi dilakukan segera setelah nelayan tersebut meninggal, Kamis (28/4), setelah selama sepuluh hari menjalani tahanan di kapalnya bersama 9 anak buahnya. “Tidak ada sebab kriminal,” tambahnya.
Juru bicara Kedutaan Besar Australia Elizabeth O’Neil mengatakan, pemerintah Australia ikut prihatin atas musibah terhadap Heri. Pemerintah di Darwin, katanya, sudah berusaha sebaik mungkin mengawasi kondisi para tahanan tersebut. “Mereka sudah berbuat sebaik mungkin, memastikan bahwa kondisi tahanan baik,” ujarnya.
Ketika kondisi Heri memburuk, pemerintah langsung membawanya ke rumah sakit dan melaporkan kepada polisi federal dan Konsul Indonesia di Darwin. “Polisi melakukan investigasi dan hasilnya nelayan itu meninggal karena sebab-sebab alami,” ujar Elizabeth.
Ia memastikan, walau para nelayan itu ditahan di kapal, tapi aparat Australia tetap memperhatikan kondisi tahanan. “Lagipula sebagai nelayan mereka kan biasa di kapal dan laut,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah Australia meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan “pendidikan” pada para nelayannya agar tidak melakukan tindakan ilegal dalam menangkap ikan. “Seharusnya mereka diberitahukan soal batas wilayah antar negara, agar hal semacam ini tidak terulang,” ujar Elizabeth. Yophiandi





