|
Hasyim Khawatirkan Konflik di PKB
Kamis, 26 Mei 2005 | 02:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi khawatir, konflik di Partai Kebangkitan Bangsa akan berdampak buruk bagi warga nahdliyin. "Kepercayaan NU kepada politik praktis dan kekuasaan akan hilang," kata Hasyim di kantornya, Jakarta, Rabu (25/5) sore.
Meski PKB telah terbagi pada kubu Muhaimin Iskandar dan Alwi Shihab, Hasyim menyatakan, pengurus organisasinya tidak akan mencampuri konflik di tubuh partai bentukan NU itu. Ia berharap, kedua pihak bisa menyelesaikan perbedaan itu.
Hasyim berpendapat, perbedaan yang terjadi antara dua kubu masih berupa konflik kepentingan. Menurut dia, konflik belum menyentuh [ada perbedaan substansi dan visi partai.
Menanggapi ketelibatan ulama-ulama NU di kedua kubu itu, Hasyim berpendapat, mereka tidak bisa dikaitkan dengan NU sebagai organisasi. Klaim dukungan kiai dari masing-masing kubu, ia menambahkan, tidak bisa dikaitkan dengan kepengurusan NI tapi sebagai ulama perorangan. Pernyataan ini menanggapi klaim yang dilontarkan Muhaimin Iskandar bahwa kubunya didukung 99 persen ulama. "Angka dari mana? Kok ngga diturunkan satu persen, misalnya," kata Hasyim berkelakar.
Hasyim menyatakan, dua kubu pernah mendatanginya. "Bukan meminta saran tapi langsung minta dukungan," katanya. Namun, ia mengaku tak memenuhi permintaan kedua kubu itu. Istiqomatul Hayati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|