NU Jatim Larang Banser Terlibat Mukernas PKB Alwi

Jum'at, 27 Mei 2005 | 02:04 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa melarang institusi Barisan Serbaguna (Banser) Ansor terlibat dalam Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB kubu Alwi Shihab di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, 28-29 Mei mendatang. ”Mestinya PKB memakai Satgas PKB bukan Banser,” tegas Dosen IAIN Sunan Ampel ini di Surabaya, Kamis (26/5).

Menurut dia, keputusan itu diambil dengan pertimbangan
di tubuh PKB saat ini sedang terjadi konflik yang terbagi menjadi dua kubu. Sehingga institusi harus dinetralkan, termasuk Banser, dari kepentingan
politik.

NU wilayah Jatim, jelas Ali, telah mengintruksikan
kepada pengurus harian wilayah, cabang, sampai badan
otonom NU, termasuk Ansor dan Banser, agar tidak
menghadiri undangan dari dua kubu yang sedang
berseteru.

Keputusan itu diambil karena selain sama-sama NU, juga akan berdampak luas. Keputusan itu mulai diberlakukan sejak acara Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB kubu Muhaimin di Jakarta termasuk acara PKB di Pondok Pesantren Buduran Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Komandan Satuan Koordinasi Wilayah
(Dansatkorwil) Banser Jatim, Hidayat Masiajie, menyatakan tetap akan melibatkan Banser dalam pengamanan Munas dan Mukernas tersebut. Alasannya, Banser hanya dilibatkan sebatas pada pengamanan.

“Itu harus diluruskan. Banser terlibat dalam posisi pengamanan, bukan posisi PKB,” kata salah satu Pengurus DPW PKB Jatim kubu Alwi ini.

TOPIK






Komentar Anda

Kirim