|
"PKB Versi NU" Minta Alwi Gelar Muktamar
Minggu, 29 Mei 2005 | 15:43 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa versi Alwi Shihab meminta segera digelar muktamar partai itu. Mereka menyatakan menolak Muktamar II di Semarang dan produk-produknya, termasuk kepengurusan pimpinan Muhaimin Iskanadr.
Rekomendasi musyawarah dibacakan oleh AS Hikam, Wakil Ketua Umum PKB versi Alwi, pada penutupan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu (29/5). "Forum musyawarah memberikan waktu yang dianggap cukup guna mempersiapkan dan menyelenggarakan Muktamar II PKB," kata Hikam, yang didampingi Sekjen Saifullah Yusuf.
Musyawarah merekomendasikan agar kepengurusan Alwi menyelesaikan persengketaan internal, melalui islah. Menurut peserta, islah adalah "pelaksanaan Muktamar II PKB yang benar". Mereka juga meminta kepengurusan Alwi berusaha secara sungguh-sungguh dan optimal dalam proses hukum guna menyelesaikan kasus ini.
Saiful tidak bisa memastikan waktu pelaksanaan muktamar. "Pokoknya sesegara mungkin, kami tak bisa memastikan," kata Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu.
Dalam pidato penutupan, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB KH Idris Marzuki mengubah sebutan "PKB versi Alwi" menjadi "PKB versi ulama" atau "PKB versi Nahdlatul Ulama". Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, itu mengajak pendukung PKB untuk "tetap teguh pada satu barisan, baik ketika menang maupun kalah di pengadilan".
Ketua PKB Alwi Shihab menyatakan, para alim ulama dalam kasus persengketaan partainya tidak memihak orang perorang. Namun, "memihak pada kebenaran dan orang-orang yang diberi mandat untuk melaksanakan kebenaran itu". Adi Mawardi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|