|
Muhaimin Minta Presiden Tindak Alwi dan Saifullah
Senin, 30 Mei 2005 | 13:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengaku akan segera menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta agar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf diperingatkan.
"Menteri kesra kok gak ngurusi busung lapar, malah ngobok-obok partai," kata Muhaimin di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (30/5).
Muhaimin menambahkan, Alwi Shihab dan Saifullah tak memperhatikan tugasnya di pemerintahan. Untuk itu, ia menyatakan akan meminta Yudhoyono agar menindak keduanya.
"Harapan pemerintah sukses menangani busung lapar, menangani bom, menangani persoalan. Jangan Menko Kesra malah menangani partai, mengajak konflik," kata Wakil Ketua DPR itu.
Kritik sama disampaikan Muhaimin pada Saifullah Yusuf, "Menteri Daerah Tertinggal tak pernah mengurusi daerah tertinggal, malah ngurusi partai.."
Alwi dan Saifullah yang masih menganggap sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal PKB menggelar Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Ulama di Surabaya, akhir pekan lalu. Salah satu hasil acara itu adalah keputusan untuk menggelar muktamar "PKB yang benar".
Muhaimin menegaskan, kepengurusan hasil Muktamar Semarang yang ia pimpin akan berhati-hati mengambil tindakan terhadap peserta pertemuan itu. Kiai yang hadir di pertemuan Surabaya, kata dia, tak mengetahui aturan organisasi sehingga mengambil kesimpulan salah. Purwanto/Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|