Jurnalis Sudan Raih Golden Pen of Freedom
Selasa, 31 Mei 2005 | 03:20 WIB
TEMPO Interaktif, Seoul:Mahgoub Mohamed Salih dari Sudan, pendiri dan pemimpin redaksi Al Ayam, menerima penghargaan Golden Pen of Freedom, penghargaan tahunan untuk perjuangan kebebasan pers, dalam Kongres Suratkabar Sedunia ke-58 dan Pertemuan Editor Sedunia ke-12 di Seoul.
Penghargaan ini diberikan untuk kontribusi besar pemimpin redaksi koran independen tertua di Sudan itu dalam memperjuangkan kebebasan pers dan kekebasan berekpresi di negaranya. Lebih dari 50 tahun, Salih, yang kini berusia 76 tahun, berjuang melawan pembatasan terhadap pers di Sudan dan juga Afrika.
Salih, sudah 56 tahun menjadi jurnalis beberapa kali dipenjarakan, mendapat perlakukan buruk, dan medianya mengalami sensor dari pemerintah. Al Ayam dua kali dibredel pada tahun 1960-an, diambil alih
pemerintah pada tahun 1970 dan baru kembali ke tangan pemiliknya pada tahun 1986.
Kondisi kemerdekaan pers di Sudan kini jauh lebih baik, tapi jaminan kebebasan pers belum dikukuhkan oleh konstitusi Negara itu. Namun, Salih menilai rezim militer di Sudan dan kondisi politik yang tidak stabil tetap menjadi masalah besar untuk memperbaiki pers di
negerinya. "Kami membutuhkan reformasi di bidang jurnalistik, pelatihan tenaga wartawan, dan perbaikan teknologi percetakan,"kata Salih.
Toriq Hadad





