Penasihat Sultan HB X Jadi Guru Besar UGM

Selasa, 31 Mei 2005 | 10:57 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Damardjati Supadjar, salah seorang penasehat spiritual raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (31/5). Dalam pengukuhan di Balai Senat UGM itu, Damardjati menyampaikan pidotanya tentang “Ketuhanan Yang Maha Esa dan Rukun Ihsan.”

Ia menguraikan berbagai hal tentang makna hidup dan kehidupan. Damardjati juga menguraikan berbagai upacara tradisional yang sebenarnya mempunyai dasar filosofi dan tujuan yang hendak dicapai. Contohnya, pada upara tradisional pelepasan jenazah pada saat pemberangkatan, dilakukan upacara tlusupan atau juga biasa disebut upacara sumurup.

Sumurup berarti sangkan paraning dumadi yaitu detik sumurup ke menit. Menit sumurup ke jam. Jam sumurup ke hari. Hari ke bulan, bulan ke tahun. Tahun ke windu. Windu ke abad. Abad ke milenium, “Dan seterusnya yang menandakan bahwa semua bergerak mengelilingi jagad raya,” papar Damardjati.

Pria kelahiran Magelang, 30 Maret 1940 ini dikenal sebagai tokoh filsafat kejawen. Beberapa buku yang dihasilkan kebanyakan berkait dengan filsawat jawa. Seperti buku Nawangsari (1993), Filsafat Ketuhanan (2000), Sastra Gendhing (2001) dan Wulang wuruk Jawa (2003).

Damardjati menyelesaikan sarjana filsafat di UGM pada 1978. Ia sempat menempuh pra doktoral di Universitas Leiden, Belanda pada 1986-1989. Sementara itu, gelar doktor filsafat diraih dari UGM 1990. Syaiful Amin






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: