Polisi Australia Izinkan Kedutaan RI Dibuka
Jum'at, 03 Juni 2005 | 14:17 WIB
TEMPO Interaktif, Canberra: Kepolisian Australia mengizinkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra dibuka. Sejak Rabu (1/6), ketika kiriman misterius yang belakangan diketahui berisi bubuk bakteri tak berbahaya dikirimkan untuk Duta Besar Imron Cotan, polisi mengisolasi tempat itu.
Sementara itu, guna "memperbaiki" keadaan, jaringan Schapelle Corby Freedom akan mengirimkan bunga ke para diplomat Indonesia di negara itu. Corby adalah gadis 27 tahun asal Australia yang dihukum 20 tahun penjara karena dinyatakan bersalah membawa 4,1 kilogram mariyuana oleh Pengadilan Negeri Denpasar.
Claire Oelrichs, aktivis gerakan itu, menyatakan, ancaman ke Kedutaan itu membuat hubungan Australia-Indonesia menjadi buruk. "Ancaman itu juga buruk bagi semua yang berharap hukuman Corby dikurangi," tuturnya.
Oelrichs, ditulis ABC Online menyatakan, pengiriman bunga akan dilakukan secara "bersahabat" dan berduka kepada para staf Kedutaan RI secara umum. "Kami mengirimkan bunga setiap hari selama lima hari," kata wanita itu.
"Jika mereka (staf Kedutaan) tidak mengizinkan kami masuk, tapi kami berharap bisa, kami minta mereka ada di samping pintu utama," ia menambahkan, "agar semua bisa melihat bahwa kami sangat-sangat pro-Indonesia dan sangat ingin bersahabat, demikian juga Corby." Budi
Topik :






Komentar Anda :