Wapres Bantah Internasionalisasi Perundingan GAM
Jum'at, 03 Juni 2005 | 17:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjamin perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tak akan sampai menjadi masalah Internasional.
Sebab, pemerintah tidak melibatkan Perserikatan Bangsa Bangsa seperti dalam penanganan jajak pendapat di Timor Timur dulu. "Jangan khawatir. Saya lebih perhatian soal itu," kata Kalla di kantornya.
Ia menyatakan perundingan dengan GAM di Helsinki, Finlandia perlu dilakukan untuk mencapai penyelesaian yang bermartabat lewat dialog. Dalam proses ini dibutuhkan pengawasan pihak ketiga. "Karena tidak mungkin diselesaikan berdua, rumusan di mana-mana begitu," katanya.
Perundingan terlaksana di luar negeri karena terjadinya pengalaman pahit oleh GAM dulu. Ketika perundingan digelar di Jakarta tempo hari, kata dia, para perunding GAM justru mengalami penangkapan. "Itu menjadi masalah dasar sehingga tidak mungkin diadakan di Jakarta," kata dia.
Wakil Presiden juga mengingatkan, Indonesia terhitung cukup aktif terlibat dalam pengawasan proses perjajian di negara lain, misalnya di Filipina. "Ini sah-sah saja," kata dia. "Jadi mengapa Indonesia tidak bisa mengalami seperti itu." Budi Riza





