Jurnalis Singapura, Ching Cheong Ditahan Pemerintah Cina
Sabtu, 04 Juni 2005 | 01:52 WIB
TEMPO Interaktif, Hongkong:Pemerintah Cina menahan Ching Cheong, reporter senior harian Singapura, The Straits Times, yang berdomisili di Hongkong. Menurut isterinya, Mary Lau, kemarin, Beijing menuduhnya sebagai agen rahasia asing.
Menurut Mary Lau, aparat keamanan Cina telah menangkap Ching saat suaminya itu berusaha mendapatkan transkrip wawancara rahasia dengan mantan pemimpin Cina Zhao Ziyang di Guangzhou. Menurutnya, Ching diminta Lu Jianhua, ahli sosisologi pada Akademi Ilmu Sosial Cina (CASS), mengumpulkan bahan mengenai Hongkong dan Taiwan.
Beijing telah mengumumkan, Ching ditahan sejak 22 April lalu. Dalam proses pemeriksaan, ia mengaku bekerja untuk lembaga rahasia asing. Tuduhan itu membuat Ching terancama kehilangan nyawanya karena akan mendapat hukuman mati.
Mary mengungkapkan, suaminya membantu Lu mengatur wawancara dengan sejumlah pejabat dan politisi Hongkong guna melengkapi laporan yang akan diserahkan kepada pemerintah Beijing. Suaminya, juga memberikan masukan mengenai masalah Taiwan termasuk menyarankan untuk mengundang dua pemimpin oposisi Taiwan, Lian Chen dan James Soong.
Nasib serupa juga menimpa Lu. Seorang peneliti CASS ternama mengatakan, Lu telah menghilang selama beberapa hari. "Lu Jianhua telah hilang, tetapi tidak ada yang mengetahui keadaannya saat ini,"kata peneliti yang tidak mau disebutkan identitasnya itu. Sejak kejadian itu, suasana kerja di lembaga penelitian itu menegangkan.
"Banyak orang merasa terganggu karena tidak lagi bisa melakukan penelitian sebebas sebelumnya," ujarnya. Para peneliti lainnya juga membenarkan hilang Lu, namun, mereka menolak memberikan penjelasan.
Dalam surat terbukanya kepada Presiden Cina Hu Jintao, Lau mengungkapkan, Lu selalu memberitahu isi percakapannya dengan para pemimpin Cina kepada Ching. Ia mendesak Hu membebaskan keduanya karena tuduhan bahwa Lu membocorkan rahasia negara dan Ching mencuri rahasia negara tidak tepat.
Menurut pandangannya, kedua orang itu telah berjasa dalam proses reunifikasi Cina. "Semua yang dilakukan Ching Cheong dan Lu Jianhua, bagi kepentingan Cina," tulis Lau dalam surat yang disebarluaskan ke seluruh media cetak Hong Kong.
Para wartawan dari organisasi Jurnalis Tanpa Batas (Reporters sans Frontiers) dan Perkumpulan Wartawan Hong Kong (Hongkong Journalist Association) memprotes penahanan Ching. "Kami menolak tuduhan mata-mata yang dilakukan pemerintah Cina terhadapnya karena akan menimbulkan kebingungan dan kecurigaan terhadap semua profesi," kata mereka dalam petisinya. Menurut mereka, Ching sedang melakukan tugas jurnalistik di Cina.
Faisal/afp/national business review





