Mensos Kritik Peran LSM Soal Busung Lapar
Selasa, 21 Juni 2005 | 14:41 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyayangkan sikap sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mempolitisir kasus busung lapar untuk keuntungan mereka sendiri. Dari sejumlah informasi, kata Bachtiar, banyak LSM yang memperoleh dana dari luar negeri tapi tidak sepengetahuan pemerintah atau pemerintah daerah.
“Pada pertemuan dengan pejabat di NTT dan NTB serta World Food Program, ternyata sangat banyak bantuan internasional yang diperoleh oleh LSM," katanya kepada wartawan seusai penandatanganan nota kesepahaman tentang penanganan bencana dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (21/6).
Hanya saja, lanjut Bachtiar, LSM penerima bantuan itu tak melaporkan bantuannya ke Pemda sehingga tidak diketahui persis pengunaannya.
Menurutnya, pemerintah Indonesia selama ini cukup terbuka dengan bantuan asing. Hanya saja, pemerintah tidak mau jika masalah busung lapar tersebut kemudian dijadikan sarana untuk menjual bangsa dengan mencari keuntungan tanpa menyelesaikan persoalan.
Tentang merebaknya kasus busung lapar, menurut dia, tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah. Sebab, daalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), alokasi untuk meningkakan kesejahteraan rakyat miskin sangat minim.
“Untuk NTB dan NTT, misalnya, 70 persen PAD di dua daerah tersebut habis untuk biaya rutin daerah seperti gaji. Sisanya baru untuk kesejahteraan, termasuk kesehatan,” kata dia. Syaiful Amin




Komentar Anda :