|
Demi Rakyat, Presiden Tak Akan Cabut Subsidi BBM
Selasa, 05 Juli 2005 | 01:16 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, negara di dunia ini hanya Indonesia yang memberikan subsidi bagi bahan bakar minyak (BBM). Namun, meski jumlanya sudah mencapai puluhan triliun ruiah dan dirasakan amat memberatkan kas negara, subsidi itu tak akan dicabutnya. Semua itu ditempuh, karena Presiden mengaku lebih menyayangi mayoritas rakyat Indonesia yang masih kesusahan.
"Tidak ada negara di dunia ini yang negaranya menyediakan subsidi BBM sebesar Indonesia. Dan, tidak mungkin bagi saya untuk mencabut subsidi BBM karena saya sangat mengasihi rakyat,” kata Presiden dalam dialog dengan para petani di Kota Batu dan petani Pujon, Kabupaten Malang, Senin (4/7).
Dalam kesempatan itu, tampak hadir Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Pertanian Anton Aprianto, dan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, dan Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng,
Pada bagian lain Presiden mengajak seluruh petani di Indonesia untuk menguatkan barisan agar dapat bangkit dari segala bentuk keterpurukan. Presiden mengajak petani bersatu memajukan pertanian untuk mengatasi pengangguran.
Pemerintah, kata Presiden, saat ini bertekad mengatasi pengangguran dengan cara menyalurkan mereka untuk sudi bergiat di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Untuk itu pula, maka ketiga sektor itu akan terus ditingkatkan pembangunannya.
“Kita akan merevitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan, sehingga didapat kemajuan yang dapat dinikmati bersama. Jangan ada lagi pejabat negara atau pemilik kekuasaan yang bisanya mampu memakmurkan dirinya sendiri,” Presiden menegaskan.
Presiden juga menekankan pentingnya keterlibatan rakyat, khususnya petani, untuk ikut memerangi korupsi dengan memulai dari diri sendiri dan lingkungannya. Korupsi disebut Presiden sebagai salah satu akar masalah terbesar yang dihadapi Indonesia. Abdi Purmono/Bibin Bintariadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|