|
Presiden: Jangan Panik Hadapi Kelangkaan BBM
Rabu, 06 Juli 2005 | 17:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segenap lapisan masyarakat tidak panik menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam dua pekan terakhir. Sebab, pemerintah akan secepatnya mengatasi kelangkaan BBM di sejumlah daerah.
"Saya minta tidak perlu ada kepanikan apapun," katanya dalam keterangan pers seusai pertemuan konsultasi dengan pimpinan lembaga tinggi negara di kantor presiden, Rabu (6/7).
Kondisi saat ini, lanjut Presiden, sudah lebih baik dibandingkan dengan dua pekan lalu. Kini daerah kritis semakin berkurang dan diharapkan hari-hari mendatang itu kelangkaan bisa ditutup.
Kepada masyarakat, Presiden kembali meminta agar membangun gaya hidup hemat energi. Dalam kondisi seperti saat ini, tentunya tidak tepat jika masyarakat boros dalam mengkonsumsi BBM maupun listrik. Karena itu, Presiden akan memberi contoh kepada masyarakat dengan mengeluarkan instruksi kepada jajaran pemerintah termasuk TNI/Polri untuk berhemat.
"Agar betul-betul melakukan penghematan yang signifikan terhadap konsumsi BBM dan listrik, termasuk penggunaan AC dan lain-lain," katanya. Langkah ini, kata Presiden, juga akan diimbangi oleh para pimpinan lembaga negara lainnya.
Selain itu, Presiden juga mengatakan saat ini sudah sangat mendesak dilakukannya konservasi energi dan diversifikasi energi. Langkah ini harus dilakukan, karena Indonesia digolongkan sebagai negara, bangsa dan masyarakat yang boros dalam menggunakan energi.
Para pemimpin lembaga tinggi negaa yang bertemua Presiden adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Ketua BPK Anwar Nasution dan Gubernur BI Burhanudin Abdullah.
Mendampingi Presiden, antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Negara BUMN Sugiharto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Kepala Bappenas Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Dirut Pertamina Widya Purnama. Dimas Adityo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|