|
Alwi Shihab : Konflik PKB Bukan Masalah kecil
Jum'at, 08 Juli 2005 | 04:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Alwi Shihab, Ketua Muktamar Luar Biasa II Yogyakarta yakin memenangkan gugatannya di pengadilan. "Dalam waktu singkat ini akan kami rayakan,"kata Alwi dalam pidato politiknya dalam penutupan Musyawarah Pimpinan Nasional di Pondok Pesantren Ashshiddiqqiyah, Kedoya, Jakarta Barat (7/ 7) bertepatan dengtan hari lahir PKB.
Menurut Alwi, konflik internal di tubuh PKB, selama ini bukan masalah kecil. Karena merupakan konflik antara pihak yang menghormati ulama dan tidak. "PKB tanpa ulama hanya tinggal nama,"katanya. Menurut Alwi, kubunya juga menginginkan islah tanpa adanya intimidasi atau
kebohongan.
Syaifullah Yusuf , Sekjen hasil Muktamar Luar Biasa II Yogyakarta, menyatakan rencana muktamar yang merupakan keputusan muspimnas, sudah sesuai dengan mukernas dan munas alim ulama. "Akan dibahas masalah-masalah strategis partai sekaligus pilih ketua,"ujarnya, menjelaskan agenda muktamar.
Dalam Muktamar mendatang, akan diundang semua kader PKB, tetapi dipilih berdasarkan parameter anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Apakah Gus Dur akan diundang dalam penutupan Muspimnas tersebut? "Karena Gus Dur tak bersedia jadi Dewan Syuro, ya tak diundang,"kata Syaiful.
Dalam acara penutupan, dibacakan juga surat dari kyai langitan, Abdullah Faqih yang berhalangan hadir dalam bahasa Jawa. Dibacakan oleh Ubaidillah Faqih.
"Intinya,permintaan maaf dari kyai Faqih karena tak bisa hadiri dan penegasan akan memberi dukungan.
Selain pembacaan surat, dibacakan hasil Muspimnas, oleh ketua DPW Jatim, Choirul Anam. Adapun sambutan dari pihak penyelenggara disampaikan oleh Chotibul Umam Wirano. "Hari ini ada tiga soal penting yakni sidang Alwi, Muspim dan peringatan ulang tahun PKB,"ujarnya.
Harun Mahbub Billah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|