Senjata GAM Dihancurkan, TNI Ditarik dari Aceh
Minggu, 17 Juli 2005 | 13:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Segera setelah perjanjian damai disepakati antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka, dalam tiga bulan senjata kelompok separatis itu akan diserahkan dan dihancurkan. Bersamaan dengan itu, kata Presiden Yudhoyono, pasukan TNI nonorganik di Aceh akan ditarik secara bertahap.
Hal itu dikemukakan Presiden seusai bermain voli bersama prajurit Kostrad di Markas Briigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (17/7). ?Dengan demikian terjadi proses pembubaran GAM,? tuturnya.
Presiden menilai adil, langkah pembubaran GAM disertai penarikan pasukan TNI nonorganik (pasukan dari luar yang diperbantukan ke Kodam Iskandar Muda). Namun, Presiden menolak menyebutkan jumlah pasukan nonorganik yang akan ditarik. "Detailnya Panglima TNI yang akan merumuskan," kata Yudhoyono.
Perundingan informal antara pemerintah RI dan GAM di Helsinki, berakhir Ahad pagi waktu setempat. Sabtu (16/7) malam, Presiden mengaku mendapat laporan bahwa sudah 97 persen draft perjanjian disepakati. "Tinggal 3 persen menyangkut peluang mantan anggota GAM untuk beraktivitas di bidang politik," katanya. Dimas Adityo





