|
Berusaha Menjadi Penengah Konflik PKB
Aksa Mahmud: Jangan Dianggap Langkah Politik
Kamis, 28 Juli 2005 | 04:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud meminta keterlibatannya untuk ikut berupaya menyelesaikan konflik internal partai bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla tak dilihat sebagai langkah politik. "Setiap orang yang diminta menyelesaikan boleh saja membantu," kata Aksa di Jakarta, Rabu (27/7).
Aksa mengaku tak ada masalah jika tawarannya menjadi penengah ditolak oleh dua pihak yang bertikai di Partai Kebangkitan Bangsa. Namun, ia mengingatkan pengurus PKB bahwa resiko penyelesaian konflik lewat pengadilan adalah menang atau kalah. "Tidak ada draw di pengadilan," tutur adik ipar Jusuf Kalla itu. "Jadi, salah satu pihak harus bubar atau membentuk partai baru."
Penyelesaian islah, menurut Aksa, memerlukan mediator. Alasannya, Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar diacuhkan kubu Alwi Shihab. Begitu pula sebaliknya. "Gus Dur (Abdurrahman Wahid) harus menyadarinya," kata dia. Purwanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|