Sogokan di Perbatasan Timor Leste Pemicu Konflik

Sabtu, 30 Juli 2005 | 01:02 WIB

TEMPO Interaktif, Dili:Liason Officer pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timor Leste, Komisaris Besar Minton Mariaty S menduga aparat Border Police Unit (BPU) Timor Leste telah menerima sogokan dari para pedagang ilegal di wilayah perbatasan RI-TL.

Penjelasan Minton berkait dengan terjadinya kasus perkelahian antara sejumlah pedagang ilegal asal TL dengan aparat TNI di wilayah perbatasan, Rabu (27/8) lalu yang berbuntut terlukanya seorang pedagang ilegal bernama Lucas da Costa dan dua anggota TNI. Selain itu, sepucuk senjata jenis FNC milik TNI dirampas para pedagang ilegal. "BPU telah menerima sogokan berupa uang dari Julio Maia, salah seorang pedagang ilegal yang selama ini sering menyelundupkan BBM ke TL. Dan, hal itu pernah diakui sendiri oleh Julio Maia,"ujar Minton.

Menurut Minton, terakhir kali Julio Maia memberikan uang sogok itu pada tanggal 16 Mei 2005. Dimana, saat itu Julio sedang menyelundupkan BBM sebanyak 600 liter dan 10 dos minuman beer. "Menurut pengakuan Julio kepada pihak kepolisian Indonesia, setiap satu drum BBM yang diselundupkan melalui jalan tikus kepada aparat BPU selalu diberikan jatah uang sebesar USD 20,"katanya.

Julio Maia tertangkap tangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menyelundupkan barang ilegal ke TL, tidak diproses melalui jalur hukum. "Itu lantaran pihak TNI di wilayah perbatasan menghargai permintaan pihak BPU agar membebaskannya. TNI pun membebaskannya tanpa diadili,"kata Minton.

Alexandre Assis






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: