Menneg BUMN: Karyawan PT KAI Mogok, Rakyat Bisa Marah
Senin, 01 Agustus 2005 | 12:30 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto meminta kepada karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk tidak melakukan aksi mogok. Sebab hal itu justru akan menimbulkan kemarahan rakyat.
Pemerintah, kata dia, akan memperjuangkan aspirasi karyawan PT KAI untuk meningkatkan kesejahteraan, secara sungguh-sungguh. “Tapi kalau dengan cara melakukan aksi mogok, masyarakat bisa marah. PT KAI itu BUMN yang masih disubsidi oleh negara karena selama ini merugi,” kata Sugiharto saat berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Mingggu (31/7) malam.
Pemerintah, lanjut dia, tentu tidak bisa memenuhi tuntutan para karyawan PT KAI dengan seketika apalagi menyangkut dana yang ratusan miliar. Menurut Sugiharto, aksi mogok yang akan dilakukan oleh karyawan KAI justru sebuah promosi jelek bagi perusahaan tersebut sehingga bisa menjatuhkan citra perusahaan. Di tengah ketatnya kompetisi seperti ini, kata dia, mestinya melakukan kampanye untuk menaikkan citra, bukan sebaliknya.
Berkait tuntutan para karyawan PT KAI, Sugiharto menyatakan hanya bisa memperjuangkan secara maksimal. Sebab, kata dia, untuk membuat keputusan, pemerintah tetap harus mendapat persetujuan dari DPR. “Tidak bisa kalau hanya kami yang memutuskan karena DPR juga punya peran di sini,” katanya. Syaiful Amin




Komentar Anda :