Moeslim Abdurachman : MUI yang Sesat

Kamis, 04 Agustus 2005 | 22:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah tokoh tokoh lintas agama yang tergabung dalam Aliansi masyarakat Madani, Aliansi Masyarakat Pluralis, serta para cendikiawan seperti Moeslim Abdurachman, Rachland Nasidik, Todung Mulya Lubis, Akbar Tandjung, hadir dalam acara ulang tahun Abdurahman Wahid alias Gus Dur ke-65 yang diisi oleh doa bersama, di Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan.

Tujuh orang tokoh yang hadir berorasi, mewakili berbagai kalangan mulai agama, cendikiawan, pemuda, menyatakan penolakkan terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia, soal melarang pluralisme, doa bersama, liberalisme.

Acara tersebut diawali dengan pidato Gus Dur tentang dirinya dan perannya. Wahid menyampaikan pidato dengan joke-jokenya, yang bikin seger dan satire.

Setelah pidato, acara dilanjutkan dengan pernyataan-pernyataan dari sejumlah tokoh yang hadir. Mereka mengecam fatwa Majelis Ulama Indonesia yang dianggap sesat. Setelah itu acara ditutup dengan doa dan pernyataan dari Aliansi Agama.

Moeslim Abdurachman menganggap fatwa itu, justru MUI yang sesat. Setiap kali disebutkan penolakkan terhadap fatwa MUI, diikuti dengan sorak-sorai yang hadir di acara ini. Jumlah undangan hadir sekitar 200 orang. Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan orasi dianjutkan kembali.

Ketua Umum Pengurus besar Nahdatul Ulama Hayim Muzadi, hadir terlambat dalam acara itu. Setelah acara penutup berupa doa bersama, Hasyim tampak bersaman dengan Gus Dur.

Purwanto






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: