Yudhoyono- Xanana Resmikan Komisi Kebenaran dan Persahatan

Kamis, 11 Agustus 2005 | 14:38 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Republik Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao, meresmikan berdirinya Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP), Kamis (11/8).
Peresmian ditandai dengan pembacaan ikrar oleh 10 anggota KKP dari kedua negara, serta peresmian sekretariatnya di kawasan Renon Denpasar, Bali.

Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono menyatakan KKP merupakan institusi penting dan unik, untuk pencapaian sejarah antar dua negara."Ide Komisi ini lahir ketika saya, Xanana, Mari Alkatiri bertemu di Tampaksiring pada tanggal 14 Desember 2004," ungkapnya.

Kala itu mereka sepakat untuk memposisikan peristiwa jajak pendapat 1999 dalam konteks pembicaraan bilateral dan damai. "KKP adalah bukti kedewasaan 2 bangsa," tegasnya. Komisi ini, lanjut dia, adalah sinyal untuk dunia yang akan menunjukkan kedekatan hubungan RI-Timor Leste.

Komisi akan bekerja mengungkap apa sebenarnya yang telah terjadi. Hasil kerja komisi ini menjadi landasan hubungan yang konstsruktif untuk membangun masa depan hubungan dua bangsa.

Kepada anggota KKP, Presiden Yudhoyono meminta agar mereka bekerja dengan independen dan obyektif. "Tolong pegang mandat dan tugas anda dari saya dan Xanana. Jadikan itu mandat yang mesti dilaksanakan," pintanya.

Sementara itu, Xanana berharap hasil kerja KKP akan mempercepat proses rekonsiliasi kedua bangsa. "Terimakasih kepada Indonesia yang dengan keterbukaan dan kerendahan hati memfasilitasi terbentuknya KKP ini," ujarnya.

Masa lalu, tegas dia, telah menjadi bagian sejarah kedua negara. Tetapi yang terpenting adalah membangun kepercayaan dan kerjasama antar kedua bangsa. Rilla
Nugraheni dan Rofiqi Hasan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: