Tak Ada Kompleks Khusus GAM

Jum'at, 12 Agustus 2005 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tidak akan membangun perumahan khusus atau tersendiri bagi para mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM), setelah penandatangan kesepakatan damai di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus mendatang. "Sebaiknya semua, mantan anggota GAM, berbaur saja dengan masyarakat,"kata Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyari, usai shalat Jumat di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/8).

Jika dibuatkan perumahan khusus atau kompleks tersendiri bagi para mantan anggota GAM, menurut Yusuf, dikawatirkan akan timbul friksi di masyarakat. Namun, Yusuf mengaku belum dilibatkan untuk rencana pembangunan perumahan bagi para mantan GAM. "Saya pikir, setelah ditandatangani akan diekspos, apa sih kesepakatannya, saat ini masih belum,"ujarnya.

Pengadaan perumahan bagi para mantan anggota GAM agar membaur dengan masyarakat lain, akan ditangani oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Sumatera Utara yang dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto. Itu seiring dengan tugas BRR menangani pengadaan perumahan dan infrastruktur bagi masyarakat Aceh yang menjadi korban tsunami.

Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tadi pagi Yusuf melaporkan telah diresmikannya perumahan bagi korban tsunami di Aceh. Perumahan yang telah diresmikan itu, antara lain 401 unit rumah yang didirikan oleh PT.Total Indonesia dan 68 unit rumah yang di bangun oleh Perumnas di Pulau Sabang.

Selain itu, ia juga meresmikan 15 dari 500 unit rumah adat Adat Aceh yang akan didirikan di daerah ilee. Rumah adat ini berbentuk panggung, dimana tiangnya terbuat dari pohon kelapa, sementara atapnya terbuat dari rumbia. "Ternyata adem, lebih enak dari rumah seng," kata Yusuf. Pemerintah, saat ini memprogramkan untuk membangun sebanyak 30 ribu unit rumah di Aceh.

Dimas Adityo






Komentar Anda

Kirim