Tim Internal PLN Temukan Kejanggalan
Senin, 22 Agustus 2005 | 13:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim internal PLN menemukan adanya kejanggalan pada sistem pengaman yang mengakibatkan listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa padam pada 18 Agustus.
Direktur Utama PLN, Eddie Widiono mengatakan, seharusnya sistem pengaman tidak bekerja pada saat itu karena beban arus masih di bawah ambang batas. “Tapi sistem pengaman malah bekerja,” kata Eddie kepada pers, sesaat sebelum rapat dengan Wakil Presiden Muhamad Jusuf Kalla.
Namun ia menolak jika kejanggalan itu sebagai indikasi sabotase. Eddie lebih suka menyebutnya sebagai malfungsi. Ia juga menegaskan belum ada satupun karyawan PLN yang diperiksa. Hasil kajian tim internal ini akan diverifikasi oleh tim independen yang telah dibentuk pemerintah.
Pada pukul 10.10 WIB hari itu, arus yang tercatat dipenghantar sekitar 1.900 ampere dari batas maksimal 2.000 ampere. Namun sistem pengaman telah beraksi. Eddie menduga terjadi lonjakan beban dalam jalur transmisi.
Soal ular yang mencantol di kabel transmisi seperti sinyalemen Menteri Energi dan Sumebrdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro sebagai penyebab padamnya listrik, Eddie menukas singkat, “Bukan”.
Berbeda dengan penjelasan sebelumnya, kali ini ia menegaskan, PLN siap memberi ganti rugi kepada para pelanggan, baik perorangan maupun industri. Jumlah penerimanya sekitar 300 ribu orang yang berada di Jakarta dan Jawa Barat.
Ditanya soal kesiapan dirinya diganti karena masalah ini, ia hanya tersenyum sambil melengos. Budi Riza





