Hindari Black Out, PLN Gilir Listrik
Rabu, 24 Agustus 2005 | 21:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT. Perusahaan Listrik Negara kembali melakukan pemadaman bergilir mulai pukul 17.30 WIB. Akibat pembangkit Paiton Unit 7 belum berfungsi optimal. Dampaknya sistem kelistrikan interkoneksi Jawa-Madura-Bali mengalami defisit daya sebesar 410 megawatt.
General Manajer Pusat Pengendalian dan Pembagian Beban PLN, Muljo Adji, menyatakan pemadaman bergilir ini hingga pukul 19.30. "Ada tambahan Pasokan tambahan daya pada saat itu dari Pembangkit Suralaya 400 Megawatt," ujarnya di Jakarta.
Berdasarkan data PLN, perkiraan kebutuhan daya pada saat beban puncak pukul 17.00-22.00 sebesar 14.600 megawatt, sedangkan daya mampu pasokan sebesar 14.190 megawatt sehingga terdapat defisit 410 megawatt.
Penyebab pemadaman bergilir ini akibat terlambatnya pembangkit Paiton masuk ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali. "Paiton unit 7 baru bisa masuk ke sistem pada pukul 20.00 WIB,"kata Muljo.
Pembangkit Paiton unit 7, milik Paiton Energy Company, (615 megawatt) mengalami gangguan pada sistem eksitasi, sejak Sabtu (20/8) sekitar pukul 03.00 dini hari. Eksitasi merupakan bagian dari generator, menghasilkan tegangan dan arus yang dikirimkan ke sistem Jawa Bali.
Untuk wilayah Jakarta terjadi pemadaman pada tiga area jaringan ; Area Jaringan Gambir, Kebayoran dan Kramatjati. Menurut Direktur Transmisi dan Distribusi Herman Darnel Ibrahim pemadaman bergilir dilakukan untuk menghindari terjadinya pemadaman total (black Out) seperti pada 18 Agustus lalu. "Ini salah satu langkah PLN menjaga pasokan listrik sambil menunggu pembangkit baru,"katanya.
Muhamad Fasabeni





