Aceh Minta Kaji Ulang Beban Subsidi BBM

Kamis, 25 Agustus 2005 | 03:39 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Ketua DPRD Nanggroe Aceh Darussalam, Sayed Fuad Zakaria meminta pemerintah mengkaji ulang rencananya membebankan sebagian penambahan subsidi BBM kepada provinsi itu. Alasannya, saat ini Aceh masih butuh banyak dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami serta implementasi perjanjian damai.

Menurut Sayed Fuad, dari tahun ke tahun, penerimaan Aceh
dari sektor migas terus menurun. Itu terjadi karena
merosotnya angka produksi per tahun. Pada 2002,
propinsi itu menerima Rp 2,8 triliun. Pada 2004,
angka itu turun menjadi Rp. 1,7 triliun. "Tahun ini
turun lagi menjadi Rp. 1,4 triliun,"ujarnya.

Jika angka Rp. 1,4 triliun dipangkas lagi untuk beban subsidi BBM, menurut Sayed Fuad, akan mengurangi
APBD propinsi yang hanya Rp. 1,7 triliun pada 2005.
Apalagi, PAD hanya tahun ini di bawah Rp. 200 milyar. "Ini terlalu kecil, apalagi sekarang Aceh
banyak memerlukan pembangunan sarana publik yang butuh
banyak uang. Saya rasa itu satu hal yang sangat tidak
realistis,"katanya.

Pelaksana Tugas Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Azwar Abubakar menyatakan, pemerintah Aceh belum bisa mengambil sikap soal permintaan Presiden itu. "Inikan belum jelas. Jadi sambil menunggu perkembangannya, kami akan bicarakan dulu dengan pihak DPRD,"kata Azwar.

Yuswardi A. Suud






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: