Akan Ada Perubahan Kelulusan Sarjana
Minggu, 28 Agustus 2005 | 15:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mengeluhkan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang kompetensinya tidak sesuai dengan gelar akademik yang disandang. Menurut Asisten Deputi Urusan Pengawasan Fungsional Kementerian PAN, Iskandar Hasan, mudahnya mendapat gelar di beberapa sekolah tinggi yang dengan mudah memberikan gelar asalkan mahasiswa masuk setiap perkuliahan dan membuat skripsi. "Padahal bukan rahasia lagi kalau skripsinya bisa dibuatkan orang lain,"katanya.
Tak heran, menurut Iskandar, di lingkungannya ada sindiran khusus untuk sekolah tinggi administrasi yang diminati oleh pegawai negeri. "STIA diplesetkan menjadi Sekolah Tiada Ijazah Ada,"kata Iskandar.
Aktivitas pendidikannya memang legal, tapi kualitasnya tidak bagus."Akibatnya, sumber daya yang ada tidak berdaya saing tinggi,"kata Iskandar.
Menurut Direktur Pembinaan Penelitian Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Soekamto, akan ada perubahan paradigma penilaian kelulusan.
"Kelulusan akan dinilai berdasarkan kompetensi, jadi kalaupun selalu masuk kuliah tapi kompetensinya tidak bagus, ya, tidak dapat ijazah,"katanya.
Oktamandjaya Wiguna





