Pemerintah Keluarkan Kebijakan Energi dan Moneter Baru
Selasa, 30 Agustus 2005 | 18:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan segera mengeluarkan kebijakan baru untuk mengatasi masalah ekonomi yang membelit Indonesia terutama akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan naiknya harga minyak di pasar internasional. "Kami akan segera umumkan kebijakan yang berkaitan dengan masalah energi dan moneter,"kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa(30/8) pada 700 investor dari luar negeri dalam acara Foreign Investment for Development Indonesia, di Hotel JW Mariot, Jakarta.
Menurut Presiden Yudhoyono, di bidang energi, kebijakan yang diambil meliputi penyesuaian harga bahan bakar minyak dengan harga pasar, mengurangi subsidi BBM, meningkatkan subsidi untuk penduduk miskin, diversifikasi energi, konservasi energi, meningkatkan produksi minyak domestik, membangun kilang minyak baru, dan mengatasi penyelundupan BBM.
Di bidang moneter, pemerintah mendukung upaya Bank Indonesia untuk mengatasi pelemahan rupiah. Pemerintah, juga meyakinkan pasar dan masyarakat bahwa ketahanan fiskal masih baik.
Di bidang investasi, menurut Yudhoyono, draf Rancangan Undang-Undang Investasi akan segera diserahkan ke parlemen. Presiden menjamin, dengan undang-undang ini bersahabat dengan investor. Undang-undang investasi baru akan memberikan perlakukan yang sama antara investor dalam negeri maupun investor luar negeri. "Undang-undang ini memberi jaminan tidak ada nasionaliasi dan pengembalian keuntungan,"katanya.
Sutarto





