Islah PBR Macet, Zaenal Akan Tarik Wakilnya
Selasa, 06 September 2005 | 13:15 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Islah Partai Bintang Reformasi (PBR) yang difasilitasi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aksa Mahmud dipastikan mengalami jalan buntu. Karena, salah satu pihak yang berseteru yakni kubu Zaenuddin MZ bersikeras agar pesaingnya, kubu Zaenal Maarif mengakui hasil muktamar I PBR yang menghasilkan duet kepemimpinan Zaenuddin - Burzah Zanurbi. "Padahal sampai kapanpun kami menolak muktamar,"ujar Wakil Sekjen DPP PBR kubu Zaenal, Nurmadi H Sumarsa, Selasa (6/9).
Menurut Nurmadi, meski pekan depan masih akan ada lagi
pertemuan tim enam yang terdiri dari tiga wakil
Zaenuddin dan tiga wakil dari Zaenal Maarif, tetapi
pertemuan itu tidak akan membuahkan hasil dalam
mendamaikan dua kubu tersebut. Bahkan kubu Zaenal akan
menarik wakil di tim enam. "Salah satu delegasi dari
kubu Zaenuddin dalam tim enam menginformasikan Zaenuddin keukeuh dengan sikap mereka yang memaksa kami
mengakui hasil muktamar. Katanya itu hasil rapat
mereka, Senin kemarin,"katanya.
Kubu Zaenuddin juga mempersiapkan gugatan
hukum terhadap kubu Zaenal Maarif apabila tidak
bersedia memenuhi tuntutan mereka agar Zaenal dan
kawan-kawan mengakui hasil muktamar. Namun menurut
Nurmadi, gugatan hukum itu justru yang ditunggu
pihaknya selama ini. Nurmadi yakin, bila masalah ini
dijadikan persoalan hukum kubu Zaenal justru yang akan
memenangi perseteruan. "Kami sudah bersikap untuk
kembali ke kepengurusan PBR periode 2003-2007. Kalau
jalan hukum yang ditempuh mereka, justru kami senang
sekali karena kami pasti akan menang,"ujar Nurmadi.
PBR terbelah menjadi dua kubu setelah partai ini menggelar muktamar yang pertama akhir April lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla berusaha mendamaikannya dan menunjuk adik iparnya yang juga menjadi wakil ketua DPD, Aksa Mahmud untuk menjadi fasilitator perdamaian. Setiap Ahad malam, kedua kubu yang masing-masing mengirimkan tiga delegasi bertemu dan berunding di rumah dinas Aksa Mahmud. Hingga pekan ke-6, kecuali menyetorkan nama calon
pengurus, islah kedua kubu itu belum menunjukkan
perkembangan yang berarti.
Sekjen PBR kubu Zaenuddin, Burzah Zanurbi, salah satu wakil dalam tim enam mengusulkan digelarnya MLB dengan agenda khusus memilih formatur kepengurusan DPP. Kubu
Zaenal Maarif mengusulkan jabatan baru, presiden partai sebagai jalan tengah bagi kubu yang hanya mendapatkan jabatan kedua di partai.
Imron Rosyid





