Kepala Polri: Pejabat Pertamina Terlibat Mark-Up Pasokan BBM
Sabtu, 17 September 2005 | 05:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mabes Polri tengah melakukan penyelidikan intensif atas dugaan pencurian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Selatan yang melibatkan pejabat Pertamina.
Modus yang dilakukan, menurut Kepala Polri Jenderal Sutanto, adalah dengan melebihkan pasokan BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU).
Kelebihan ini kemudian dikirim ke sejulah industri tambang batubara secara ilegal. "Nah, disini kami akan mengusut keterlibatan pegawai pertamina," tegas Sutanto kepada pers, Jumat (16/9).
Sementara mengenai kasus pencurian BBM di terminal lawe-lawe, Kalimantan Timur, menurut Sutanto, hal itu dilakukan dengan merusak beberapa alat ukur Pertamina. Akibatnya, digital automatik pengukur volume minyak mentah di tempat penimbunan dan di kilang tidak berfungsi.
Volume minyak mentah yang masuk ke tempat penimbunan maupun kilang haya diketahui dari sinyal lampu. Lampu merah menandakan sedang mengisi, sementara jika warna hijau yang menyala berarti sedang tidak mengisi."Jadi untuk mengukur dilakukan secara manual. Ini yang memungkinkan terjadinya pencurian BBM," kata Sutanto.
Saat ini di di Polda Kaltim sudah menetapkan 37 tersangka pelaku pencurian BBM, 18 diantaranya adalah pegawai Pertamina Cabang Kaltim. Erwin Dariyanto
Topik :






Komentar Anda :