Beijing Minta Penjelasan Atas Penembakan di Arafura

Kamis, 22 September 2005 | 10:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Cina menyatakan "heran dan sangat tidak puas" atas penembakan terhadap kapal ikan MV Fu Yuan Yu oleh kapal perang TNI AL, KRI Dalpele, di Laut Arafura, Senin (19/9). Insiden ini menewaskan seorang pelaut Cina dan melukai dua lainnya.

"Kami telah menyampaikan keprihatinan, dan berharap Indonesia memberikan informasi perkembangan terakhir," kata seorang pejabat di Kedutaan Cina di Jakarta, Yu Hongyao, kepada China Daily.

Menurut Panglima Armada TNI AL Kawasan Timur Laksamana Muda Yosafat Didik Heru Purnomo, penembakan berawal dari patroli rutin KRI Dalpele. Kapal memergoki empat kapal yang sedang menangguk ikan di sekitar Laut Arafura.

Setelah mendekati dalam jarak 5 mil laut, Dalpele melakukan kontak radio, lampu sen, dan bendera. "Tidak ada jawaban, kapal-kapal itu justru berpencar dan melarikan diri," kata Didik. Dalpele lalu memburu satu kapal, yakni Fu Yuan Yu, sambil kembali mencoba mengontak. Fu Yuan Yu ternyata menambah kecepatan sehingga ditembak.

Kapal Fu Yuan Yu yang rusak beserta 13 awaknya kini ditahan di Merauke. "Kami mendapat informasi bahwa kesehatan para awak yang ditahan tak ada masalah, dan kami telah meminta Indonesia untuk memperlakukan mereka secara manusiawi," kata Yu Hongyao. AFP






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: