|
Makin Panas Menjelang Muktamar PKB
Jum'at, 23 September 2005 | 05:12 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Menjelang digelarnya Muktamar II PKB versi Alwi Shihab- Syaifullah Yusuf di Asrama Haji Sukolilo Surabaya 1-2 Oktober 2005 mendatang makin memanaskan perseteruan di tingkat bawah. PKB Jawa Timur versi Gus Dur-Muhaimin Iskandar sejak dua hari lalu telah membentuk posko anti-muktamar di seluruh tingkat cabang.
Menurut Wakil Ketua Garda Bangsa Jatim yang juga salah
satu koordinator posko, Reilis Sumitro, pembentukan
posko anti-muktamar merupakan inisiatif warga PKB pro
Gus Dur - Muhaimin. Sampai Kamis (22/9), ratusan orang
telah mendaftarkan diri menjadi relawan anti-muktamar.
Rinciannya di Nganjuk 120 orang, Probolinggo 100
orang, Bojonegoro 200 orang, Gresik 100 orang dan
Surabaya 150 orang. "Tugas relawan ini mensweeping
atribut PKB Alwi-Syaiful dan memblokade pintu masuk
asrama haji,"kata Reilis.
PKB Gus Dur - Muhaimin, kecewa karena surat keberatan pemakaian atribut partai oleh kubu Alwi-Syaiful yang dikirimkan ke Polda Jawa Timur tidak ditanggapi. Sebaliknya, Polda malah memberikan ijin pelaksanaan muktamar tersebut. "Makanya jangan salahkan kami kalau bergerak sendiri,"ancam Reilis.
PKB kubu Alwi-Syaiful tak tinggal diam. Kepala
Satkorwil Banser Jatim, Hidayat menyatakan, siapapun
yang mengganggu jalannya muktamar akan berhadapan
dengan polisi dan Banser. "Kami telah mendapat ijin
dari kepolisian, kalau ada yang akan membubarkan
muktamar, ya, berhadapan dengan polisi dan Banser dulu,"
kata Hidayat.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Endro
Wardoyo menyatakan polisi tidak dalam posisi melarang
kubu mana pun yang akan menyelenggarakan kegiatan.
Pemberian ijin muktamar hanya didasarkan pada
pengajuan permohonan panitia. "Polisi tidak
berpolitik,"katanya.
Kukuh S. Wibowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|