Usaha TNI AU "Tidak Sakit" dan "Tidak Sehat"
Minggu, 25 September 2005 | 16:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: TNI AU siap menyerahkan hasil inventarisasi bisnis yang mereka kelola ke Departemen Pertahanan. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Muda Sagom Tamboen, Minggu (25/9), mengatakan bahwa kesatuannya akan memenuhi tenggat waktu, yakni sebelum 27 September.
"TNI AU akan memenuhi tenggat waktu sesuai arahan yang diberikan Panglima TNI," ujar Sagom.
Sagom memaparkan, TNI AU memiliki dua macam usaha/bisnis yaitu unit-unit usaha yang dikelola Yayasan TNI AU Adi Upaya dan unit-unit usaha di bawah Induk Koperasi TNI AU. Dari hasil inventarisasi, kata dia, unit-unit usaha itu ?biasa saja?.
"Hampir semua unit usaha dapat dikatakan tidak terlalu sakit tapi juga tidak terlalu sehat," ujarnya. Ia mengaku tidak mengetahui secara persis jumlah unit usaha yang dikelola TNI AU.
Departemen Pertahanan menetapkan 27 September sebagai batas akhir penyerahan hasil inventarisasi bisnis yang dikelola TNI. Inventarisasi ini terkait dengan amanat UU TNI, yang melarang TNI berbisnis.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Khairin Suganda saat ditanyakan soal ini mengatakan, Markas Besar TNI belum menyerahkan hasil inventarisasi semua unit usaha yang dikelola tiga TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. "Kami masih menunggu penyelesaian inventarisasi dari tiap angkatan,? tuturnya. Sunariah





