Indonesia Tahap Ketiga Menuju Pandemi Flu Burung
Senin, 26 September 2005 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Asia Tenggara saat ini dinyatakan dalam status waspada pandemi flu burung. Ini karena sejak akhir Desember 2004 hingga September 2005 WHO mencatat ada 115 kasus flu burung yang menginfeksi manusia. "59 di antaranya meninggal," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di Jakarta, Senin (26/9).
Fadilah memaparkan dalam selang waktu Desember 2003 hingga Maret 2004, ada 35 kasus dengan 24 di antaranya meninggal. Ke-35 kasus itu terjadi di Vietnam dan Thailand.
Pada Juli hingga Oktober 2004, kata Fadilah, juga masih terdapat di Vietnam dan Thailand. Hanya saja jumlah kasus lebih sedikit yaitu 9 orang, dan 8 orang di antaranya meninggal.
Pada akhir tahun lalu hingga sekarang, Indonesia turut menyumbang 3 kasus. Padahal pemerintah mencatat 10 kasus flu burung yang ditemukan. Alasannya, WHO hanya mengakui tiga sampel yang dikirim ke laboratorium rujukan di Universitas Hong Kong.
Ketiga sampel korban yang dinyatakan positif terinfeksi flu burung adalah Iwan Siswara Rapei, 37 tahun; Rini Dina, 30 tahun; dan Firdaus, 9 tahun. Hingga kini, hanya Firdaus yang dinyatakan sembuh oleh Rumah Sakit Penyakit Infeksi Suliyanti Saroso, tempat dia dirawat. Sementara Iwan dan Rini meninggal.
Menghadapi pandemi flu ini, pemerintah segera menyiapkan Rencana Persiapan Pandemi Influenza Nasional. Rencana ini, kata Fadilah, dituangkan dalam 7 langkah strategi nasional.
Pertama, strategi pengendalian wabah pada hewan/unggas dan pencegahan infeksi baru pada hewan/unggas. Langkah ini dikoordinasikan Departemen Pertanian bersama dengan Departemen Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Kedua, strategi perlindungan kelompok berisiko tinggi dengan biosecurity. Ketiga, strategi pemantauan. Keempat, strategi komunikasi, informasi dan edukasi. Langkah-langkah ini dikerjakan Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian dan instansi terkait.
Langkah kelima, melalui strategi manajemen kasus dan pengendalian infeksi di sarana kesehatan. Keenam, peningkatan studi/penelitian kesehatan. Terakhir, melalui penetapan status flu burung sebagai Kejadian Luar Biasa Nasional.
Fadilah juga menjelaskan ada enam tahapan menuju pandemi flu burung. Pertama, flu burung pada hewan belum menginfeksi manusia. Kedua, flu burung pada hewan namun berisiko tinggi pada manusia. Ketiga flu burung menular dari hewan ke manusia namun belum ada atau belum efektif penularan dari manusia ke manusia. "Indonesia berada pada tahap ini sekarang," kata dia.
Tahap keempat, virus menular antarmanusia pada sekelompok kecil manusia. Kelima, virus menular antarmanusia pada kelompok yang lebih besar atau epidemi.
Keenam, pandemi atau virus menular antarmanusia dalam skala luas atau telah terjadi pandemi di beberapa negara. "Jarak dari epidemi ke pandemi hanya 3 bulan," kata dia.
Jika memang betul terjadi, kata Fadilah, pandemi sekarang adalah yang keempat. "Korban diperkirakan mencapai 7 juta orang," kata dia.
Pandemi pertama adalah infeksi virus flu tipe H1N1 di Spanyol pada 1918-1919 dengan korban 40 juta orang. Pandemi kedua infeksi virus flu tipe H2N2 di Asia pada 1957-1958 dengan korban 1-4 juta orang. Pandemi ketiga di Hongkong pada 1968-1969 akibat infeksi virus flu tipe H3N2 dengan korban 1 juta orang. Ami Afriatni
Komentar Anda
- managemen kasus keperawatan
boleh tau gak, apa aja managemen dalam konteks keperawatan komunitas untuk kasus flu burung. terima kasih.
Pengirim : arika di medan





