Saifullah Yusuf: Satu Guru, Satu Ilmu Jangan Ganggu

Jum'at, 30 September 2005 | 19:01 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hasil muktamar di Yogyakarta pada 2001, Saifullah Yusuf, optimis muktamar di Surabaya Sabtu-Minggu besok akan berjalan sesuai rencana. Ia percaya kelompok pendukung Muhaimin Iskandar tak akan menghadang atau mengganggu kelancaran muktamar.

“Saya harapkan satu guru satu ilmu jangan saling ganggulah. Nonton saja,” katanya sambil tertawa ketika ditemui Tempo di ruang VIP Bandara Selaparang, Mataram, Jum'at (30/9) sore.

Penyelenggaran muktamar tersebut, tegas Saifullah, bukan sebagai langkah mbalelo (membangkang) terhadap pendiri partai tersebut K.H. Abdurrahman Wahid. Muktamar sengaja digelar justru sebagai bagian dari proses penegakkan demokrasi yang diidamkan Gus Dur alias Abdurrahman. “Gus Dur kan menginginkan demokrasi. Sama sekali tidak ada niat mbalelo juga,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, muktamar tersebut tak perlu dirisaukan karena hal itu justru demi kebaikan PKB di masa depan. Sebab, sebagai pejuang demokrasi, Gus Dur pun perlu mendapatkan kritik dan koreksi, antara lain melalui muktamar.

Ia menegaskan dirinya bersama orang-orang yang menggelar muktamar tidak berniat melupakan jasa baik Gus Dur. “Saya bisa begini karena jasanya Gus Dur,” ucap Saifullah. Supriyantho Khafid






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: