Pertemuan Yudhoyono-Lee Hasilkan Sejumlah Kesepakatan

Senin, 03 Oktober 2005 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah kesepakatan dihasilkan dalam pertemuan antara Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (B.J. Lee), Senin (3/10), di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali. Kesepakatan mencakup masalah perdagangan hingga masalah perang melawan terorisme.

Presiden Yudhoyono mengatakan, pertemuan ini yang ketiga setelah sebelumnya dilangsungkan di Jakarta pada Oktober 2004 dan Februari 2005 di Singapura. "Selalu ada kemajuan dalam setiap pertemuan sehingga setiap agenda berarti bisa dijalankan di lapangan," kata Presiden seusai pertemuan.

Dalam bidang ekonomi, kedua negara akan berupaya meningkatkan volume perdagangan yang saat ini baru mencapai US$ 12,1 miliar. Singapura menjanjikan peningkatan investasi sejalan dengan perbaikan iklim investasi di Indonesia.

Dalam kaitan itu, Presiden mengungkapkan, Batam yang telah ditetapkan sebagai Zone Nation akan dibicarakan secara khusus. Dalam bidang pertahanan, kedua negara berusaha membahas lebih rinci kerja sama dalam aksi melawan terorisme, yaitu dengan membuat kesepakatan-kesepakatan di bidang antipencucian uang dan kejahatan lintas negara.

Sementara itu, di bidang pariwisata terdapat kesepakatan di mana kedua negara akan menambah kapasitas maskapai penerbangan masing-masing sebanyak 15 persen tempat duduk untuk jalur penerbangan antara dua negara.

Indonesia dan Singaura juga akan melakukan promosi bersama untuk menampilkan kawasan-kawasan wisata di dua negara.

PM Singapura mengatakan, Indonesia akan tetap menarik bagi para investor di Singapura apalagi dengan kerangka kebijakan politik yang mendukung keamanan investasi di Indonesia. Rofiqi Hasan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim