PKB Choirul Anam : Menghadapi Recall dengan Cara Preman

Selasa, 11 Oktober 2005 | 06:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terpilih hasil Muktamar Surabaya, Choirul Anam mengumumkan kepengurusan baru. "Muktamar hanya 1, yaitu Muktamar Surabaya," katanya di Jakarta.

Ketua Dewan Syuro dipimpin oleh KH Abdurrahman Chudlori, Sekretaris Prof. Alwi Shihab. Ketua Umum Dewan Tanfidz (Dewan Eksekutif) Choirul Anam, dengan Sekretaris Jenderal, Idham Cholied. Ketua lembaga Pemenangan Pemilu, Khofiffah Indarparawansa. Ketua Organisasi dan Kaderisasi, Syaifullah Yusuf, Pengembangan Demokrasi Chotibul Umam, dan Penguatan Usaha Amin Said.

Dalam susunan Pengurus PKB Muktamar Surabaya ini adalah, terdapat juga Mustasyar (Dewan Pertimbangan) yang diketuai oleh Rois KH Abdullah Faqih, Wakil Rois Ma'aruf Amin. "Ini bukan Muktamar main-main, besok saya akan menemui Ketua DPR dan sesegera mungkin mendaftarkan partai ini ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia," kata Choirul Anam.

Dengan terbentuknya partai ini, Anam optimis PKB akan jadi partai besar yang bernuansa Islam moderat. "Partai ini tidak akan terutup dengan diselenggarakannya Muktamar Surabaya, maka secara otomatis Muktamar Semarang tidak diakui,"kata Anam.

Anam juga menyitir UU Parpol No 31/2005 dan Tata Tertib Partai yang menyatakan bahwa kedaulatan partai itu ada di tangan anggota. Soal putusan pengadilan yang menganulir atau menentang Muktamar Surabaya ini, Anam berkomentar singkat, "soal putusan itu media tahu sendiri, pengadilan banyak mafianya."

Rencananya, Anam dan segenap pengurus baru ini juga akan melakukan Bai'at, membuat partai yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Soal ancaman recall terhadap sejumlah anggota DPR yang ikut dalam partainya, seperti Anas Yahya, Raden Saleh Abdul Malik, Anam mengaku siap melindungi. "Kami tidak takut dengan ancaman Recall kalau perlu dengan cara preman akan kami hadapi,"ujar Anam.

Rengga Damayanti






Komentar Anda

Kirim