Wakil Presiden: Pembunuhan Bisa Disebabkan Apa Saja
Minggu, 23 Oktober 2005 | 16:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta masyarakat untuk bersabar tidak terpancing kerusuhan dalam mengambil dana subsidi langsung tunai.
Pemerintah masih memiliki dana untuk disalurkan kepada sekitar 9 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia. "Hingga kemarin, dana subsidi yang telah tersalurkan setara 6 juta kepala keluarga dari total 15,5 juta," kata Kalla di Jakarta, Minggu (23/10).
Wakil Presiden mengatakan, semua masyarakat yang memenuhi kriteria akan memperoleh dana bantuan ini. "Jadi masyarakat bersabar," kata dia.
Mengenai insiden di Bungo Jambi, saat ketua RT dibunuh karena pembagian dana ini, ia sangat menyesalkan. "Kita semua sangat bersedih dan berduka cita," kata dia.
Ia mengaku telah meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengamankan hal ini. Ia juga telah memerintahkan gubernur Jambi bersama bupati untuk turun langsung menangani soal ini.
Menurut laporan gubernur, kata Kalla, daerah Bungo termasuk daerah berhawa panas sehingga orang mudah tersinggung dan bisa menimbulkan korban. Ini sama dengan sebuah daerah Jeneponto, Makassar, yang gara-gara hal sepele bisa terjadi penikaman. Jadi, kata dia, penyebab penikaman bisa apa saja termasuk soal subsidi.
Saman, 52 tahun, Ketua Rukun Tetangga di Dusun Benit, Desa Sungai Mengkuang, Kecamatan Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, tewas akibat ditikam warganya, Hendri alias Bujang, 24 tahun, Jumat (21/10). Menurut polisi, pembunuhan terkait dengan kartu kompensasi bahan bakar minyak dan pembagian dana bantuan tunai langsung untuk keluarga miskin. Budi Riza





