Taman Nasional Laut Karimun Jawa Terancam Rusak Parah

Sabtu, 05 November 2005 | 04:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Terumbu karang di kawasan konservasi laut Taman Nasional Karimun Jawa, Jawa Tengah, rusak parah disertai penurunan populasi ikan. Hal itu akibat masyarakat melanggar larangan menangkap ikan di zona inti dan menangkap ikan dengan cara yang merusak lingkungan.

Koordinator Program Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan Yayasan Taka, Khaifin, menduga masyarakat melakukan pelanggaran karena tekanan ekonomi dan menurunnya jumlah tangkapan di luar zona tersebut. ?Padahal penurunan jumlah tangkapan ikan tersebut diakibatkan kegiatan penangkapan yang merusak habitat ikan,? kata dia kepada Tempo, Jumat (4/11).

Ia mencontohkan penangkapan ikan ekor kuning dengan jaring muroami. Jaring besar tersebut ditarik oleh dua hingga tiga kapal sementara ada satu penyelam yang menggiring ikan ke arah jaring. Saat menggiring ikan itulah, lanjut Khaifin, penyelam menginjak karang sampil memukul-mukul karang dengan rantai besi.

Karang yang diinjak dan dipukul itu akhirnya rusak dan habitat ikan ikut rusak sehingga populasi ikan pun menurun. Penangkapan dengan muroami sendiri tergolong penangkapan berlebih yang juga akan menurunkan populasi ikan.

Yayasan Taka, kata Khaifin, juga menemukan nelayan di pulau Karimun Jawa masih menggunakan pukat dan sianida, khususnya untuk menangkap ikan kerapu. Khaifin mengatakan kedua cara penangkapan ikan tersebut juga berkontribusi besar terhadpa rusaknya ekosistem di Taman Nasional Karimun Jawa.

Karena itu ia mengusulkan adanya perlindungan yang lebih ketat terhadap zona inti. Selain itu, lanjutnya, juga perlu ada larangan penangkapan di lokasi pemijahan agar populasi ikan dapat pulih. Oktamandjaya Wiguna






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: