Aktivis Lingkungan di Aceh Diancam Akan Dibunuh

Senin, 14 November 2005 | 01:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Aceh Tenggara mendapat ancaman dan teror. ?Mereka disuruh keluar dari Aceh Tenggara atau akan dibunuh,? kata Koordinator Desk Aceh?Sumatera Utara Walhi, Sofyan, kepada Tempo, Minggu (13/11).

Sofyan mengatakan Walhi akan segera melaporkan hal tersebut ke Polres Aceh Tenggara dengan tembusan surat pengaduan ke Polda Nanggroe Aceh Darussalam dan Markas Besar Polri di Jakarta. Saat ini Sofyan mengatakan pihaknya tengah menyiapkan tim penasihat hukum untuk para stafnya itu.

Sebelumnya Walhi Aceh Tenggara sudah sering mendapat ancaman lewat telepon dan pesan singkat, namun Sofyan mengatakan belakangan ancaman dan teror semakin intensif. Menurutnya ancaman dan teror itu bermula dari terciumnya pembuatan film dokumenter pembalakan liar di Aceh Tenggara yang juga menyelidiki keterlibatan pejabat pemerintah setempat.

Pada 29 Oktober lalu, kata Sofyan, rumah dua orang staf Walhi Aceh Tenggara didatangi beberapa orang yang meminta mereka segera keluar dari Aceh. Esoknya, Posko Walhi di Aceh Tenggara juga didatangi oleh orang-orang yang sama.

Menurut Sofyan hingga saat ini pembalakan liar masih terus terjadi di Aceh Tenggara, khususnya di kawasan konservasi dan Taman Nasional Leuseur. Bupati Aceh Tenggara pernah mengirimkan surat kepada Walhi yang berisi semua pemotongan kayu liar telah berhenti, namun Sofyan mengatakan kenyataan di lapangan menunjukkan tempat pemotongan kayu liar itu masih beroperasi.

Oktamandjaya Wiguna






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: