Wakil Presiden Nyatakan Perang Ideologi Melawan Terorisme
Selasa, 22 November 2005 | 14:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta para penegak hukum untuk saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah keamanan. Ia mengatakan, kerja sama ini penting misalnya dalam menghadapi terorisme.
"Perang fisik dan perang ideologi," kata Kalla pada pembukaan rapat koordinasi para penegak hukum di Mabes Polri, Selasa (22/11).
Kalla mengatakan, perang fisik yang dimaksud adalah penanganan kasus terorisme oleh polisi di lapangan, misalnya mencari bom hingga menangkap para pelakunya. Sedangkan perang ideologi, dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman yang benar mengenai agama, misalnya konteks jihad. "Ini dapat dilakukan oleh kiai, ustad, dan ulama," kata dia.
Kalla menegaskan, para ulama telah menyatakan tindakan terorisme dan 'jihad' yang dilakukan para pelaku teror bertentangan dengan ajaran agama. Jika langkah pendekatan ideologi ini berhasil, ia berpendapat, beban polisi di lapangan akan semakin ringan.
Untuk itu ia meminta para penegak hukum untuk tidak segan melibatkan pemuka agama dalam menegakkan hukum. Ia melanjutkan, langkah para penegak hukum harus seirama dalam menangani masalah keamanan. Jika saling menjegal dan saling melindungi penjahat, penegakan hukum akan lumpuh.
Ia mencontohkan, jika pengadilan melepaskan para penjahat, para jaksa akan tergoda untuk tidak bekerja secara benar. Ini lalu berimbas kepada polisi, sehingga tidak ada penegakan hukum yang terjadi.
Ia juga menekankan, kerja sama antaraparat ini juga harus bersifat transparan. Ini agar publik dapat mengikuti prosesnya dengan jelas. "Jangan habis diperiksa ini, lalu diperiksa itu," kata dia. Budiriza





