close

Penelitian Buku Imam Samudera Disarankan Libatkan Ba'asyir

Selasa, 22 November 2005 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Selaku penerbit buku berjudul 'Aku Melawan Teroris' karya terpidana bom Bali, Imam Samudera, CV Jazera menyambut baik rencana Departemen Agama (Depag) untuk meneliti buku tersebut.

Bambang Sukirno, Direktur Jazera, menyarankan agar tim peneliti yang dibentuk Menteri Agama melibatkan berbagai tokoh dan elemen Islam di Indonesia, termasuk yang selama ini dicap sebagai kelompok garis keras.

Ia menyebut ustadz Abu Bakar Ba'asyir kalau perlu dilibatkan dalam mengkaji buku tulisan Imam Samudra. Sebab dia adalah tokoh yang menjadi panutan kelompok ini.
"Kalau ingin melakukan pencerahan terhadap kelompok ini, mau tidak mau harus melibatkan elemen atau tokoh-tokoh yang dihormati oleh kelompok mereka itu," ujar Bambang di kantornya, Selasa 22/11).

Bambang khawatir, jika pengkajian dan penelitian tidak melibatkan elemen dan tokoh yang lebih luas terutama tokoh-tokoh yang dihormati kelompok-kelompok aliran keras ini, maka tujuan pengkajian itu tidak akan menyentuh pokok permasalahannya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Depag telah meminta sample buku tersebut kepada Jazera. Bambang menyatakan terakhir mencetak buku itu untuk yang ke tiga kalinya pada November 2004. "Karena itu wajar kalau di pasaran sudah sulit didapat," paparnya.

Cetakan I dan II, buku itu diedarkan sebanyak 5.000 eksemplar, dan cetakan ke tiga sebanyak 3.000 eksemplar. "Meski sedang diburu orang, kami juga tidak berani mencetak lagi karena risikonya besar. Jika sewaktu-waktu dilarang kan rugi besar," ungkapnya. Anas Syahirul

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [2] :

  • Go baashir!

    saya tertawa membaca komen di bawah...orang yg tak faham politik jangan banyak cakap...tong kosong la...

  • Buku samudra

    Melibatkan baasir?? ini terdengar aneh....,
    dia bukan mujahid!! dia terbirit birit kabur dikejar suharto...dia takut mati!! dia tak lebih provokator!! buktikan jika saya salah. anda baca lagi riwayat manusia ini....maaf baasir ...anda memang pengecut.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan