Sys N.S. Tinggalkan Partai Demokrat
Kamis, 01 Desember 2005 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Seniman Sys N.S. segera meninggalkan Partai Demokrat. Ia mengaku hati nurani dan akal sehatnya sudah tak sepaham dengan partai yang ikut didirikannya pada 2001 itu.
"Paling telat pekan depan saya kembaikan kartu anggota," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (1/12).
Menurut Sys, susunan pengurus pusat hasil Kongres I pada Mei lalu tak masuk akal. Alasannya, kepengurusan diisi sejumlah orang yang sebelumnya bukan anggota. "Sama dengan orang nggak punya KTP tapi bisa jadi menteri," ia menjelaskan.
Sejumlah "orang baru" memang mengisi kursi pengurus pusat, misalnya, Anas Urbaningrum, Roy Suryo, dan Ruhut Sitompul.
Bekas anggota MPR dari Utusan Golongan itu pun merasa tak diperlukan lagi oleh partai. Contohnya, ia tak menjadi pengurus dan tak diundang untuk menghadiri acara ulang tahun partai pada 9 September. Padahal, Sys salah satu pendiri partai dan Ketua Demokrat periode 2001-2005.
Sys menjelaskan, Demokrat didirikan agar menjadi partai alternatif yang aktif. Tapi, setelah menjadi "partai penguasa" sama sekali tak terlihat aksi yang proaktif dan positif. "Saya malu, di mana-mana dihina orang. Mana partai elu?" ujarnya.
Karena sudah menjadi anggota biasa yang tak bisa berbuat apa-apa, ia memilih meninggalkan Demokrat. Niat keluar dari partai sudah muncul sejak Mei. Sys lalu berusaha bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, Demokrat tak mungkin berdiri jika dahulu Yudhoyono, yang ingin mencalonkan presiden, tak menghendaki.
Namun, tiga kali upaya menghubungi Yudhoyono gagal. "Beliau terlalu amat sangat sibuk sekali," katanya. "Nggak tahu, belum ada waktu atau (saya) terlupakan."
Selanjutnya, Sys mendirikan BOM (Barisan Orang Muda) untuk berkiprah di kegiatan kreatif dan olah raga. Jobpie Sugiharto





