Keuangan Parah, Karyawan Mandala Turun Gaji

Jum'at, 02 Desember 2005 | 04:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Karyawan PT Mandala Airlines saat ini harus menerima implikasi berupa penurunan gazi dari parahnya arus kas perusahaan penerbangan milik Yayasan Kostrad tersebut.

Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan, Sjafrie Syamsudin menilai wajar implikasi tersebut. “Karena Mandala pun masih harus disuntik Rp 6 miliar per bulan oleh Yayasan Dharma Putra yang membawahi Mandala,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi I, Kamis (1/12).

Namun kesulitan arus kas Mandala, lanjut Sjafrie, tidak bisa langsung diambil alih karena tidak menggunakan aset negara. Apalagi Merpati dan Garuda pun sudah menjadi beban bagi BUMN. Karena itu, tim supervisi sedang mencari solusi terbaik secara legal dan bisnis.

Komisaris Utama Mandala telah diminta membuat laporan situasi aktual bisnis dan legal kepada KASAD. Selanjutnya KASAD akan membuat surat kepada Menteri Pertahanan untuk dikoordinaskan dengan Menteri BUMN. “Sehingga pendarahan yang terjadi di Mandala segera bisa diatasi, akan dilepas atau ada terapi yang akan diambil,” tuturnya. Fanny Febiana dan Eko Noviansyah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: