|
1.500 Kiai Bicarakan Cara Dakwah Walisongo
Sabtu, 03 Desember 2005 | 04:07 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Sedikitnya 1.500 kiai akan menghadiri Halaqoh Politik Walisongo dan Sailaturrahmi Alim Ulama di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (3/12)ini . Mereka akan mendiskusikan dakwah dan politik wali songo.
Akan hadir dalam acara yang digagas DPP PKB versi Muktamar Semarang ini adalah Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid, Ketua PBNU Masdar Farid Masudi, Romo Kuntoro Widyo Marto (Pemerhati naskah-naskoh kuno), Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa, Budayawan Mohammad Sobari dan Jalaluddin Rahmat.
Menurut Ketua DPW PKB Caretaker Jatim, Imam Nahrawi, para kiai itu akan membicarakan dan menelaah dakwah politik ala walisongo. Ini terkait dengan keinginan PKB sebagai partai yang lahir dari NU untuk melakukan gerakan dakwah yang pernah dilakukan walisongo. "PKB ini, kan, memegang tradisi NU. Pendekatan yang dilakukan sama dengan walisongo yakni dengan pendekatan kultur," katanya.
Dengan pendekatan tradisi atau kultur tersebut ke depan tak ada lagi konflik yang diselesaikan melalui orang lain. Misalnya menggugat ke pengadilan. Cukup dengan pendekatan kultur NU yang selama ini telah banyak dilakukan. "Misalnya para masyayih memanggil yang berkonflik lalu diselesaikan. Nah, masyayih ini adalah simbol walisongo,"kata Imam.
Karena itu, para peserta Silaturrahmi Alim Ulama dan Halaqoh Politik Walisongo ini adalah lebih banyak para kiai di luar struktur PKB. Mereka adalah kiai yang tak pernah bersentuhan dengan politik dan media massa. "
Diharapkan ke depan mereka akan menguatkan struktur PKB karena berhadapan langsung dengan kelas bawah,"ujar Imam.
Karena akan mengikuti jejak Walisongo, maka ke depan PKB tidak lagi memandang ras, suku, agama ataupun golongan. PKB akan menjadi partai terbuka seperti Walisongo dalam dakwahnya tak pernah melihat ras, agama, suku dan golongan. "Kami ingin melihat lagi ke belakang, mengapa ada konflik, apa yang salah?"kata Imam.
Sampai saat ini yang menyatakan akan hadir dan terdaftar sudah mencapai 1000 lebih. Targetnya peserta yang bakal hadir adalah 1500 kiai. Para kiai yang sudah berdatangan berasal dari Sulawesi, Kalsel, Lampung, Bali, Jateng, Jabar dan berbagai daerah di Indonesia. Tapi yang terbanyak kiai dari Jatim. Dari 26 cabang kiai yang ingin hadir sudah mencapai 1100 kiai.
Sejumlah kiai kharismatik yang terkenal juga diundang seperti KH Nawawi Abdul Djalil (Sidogiri), KH Soleh Bahrudin (Ngalah Pasuruan), KH Aziz Mashuri (Jombang), KH Muh Faisol (Lamongan), KH Bakir Adlan (Lamongan), KH Nur Nasroh (Tuban) serta sejumlah kiai pesantren lainnya. Soal pengamanan, Imam Nahrawi menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. PKB hanya menyiapkan 150 Satgas, dibantu 15 Banser dan 15 Pagar Nusa.
Adi Mawardi
| Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS.
Ketik TIJAWAB<spasi>brk70062<spasi>komentar dan kirim
ke 9333 |
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|