Boediono Geser Aburizal
Sabtu, 03 Desember 2005 | 07:39 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Perombakan kabinet itu akhirnya jadi juga. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan akan membenahi kabinetnya. Kabar ini diumumkan Presiden di hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Polonia, Medan, Jumat (2/12).
Menurut Presiden, titik berat perombakan ada pada tim ekonomi. Alasannya, ada sasaran yang tidak dapat mereka capai. Seolah tak ingin menyakiti hati menterinya yang bakal terpental dari kabinet, Presiden mengatakan bahwa mereka bukannya tidak mampu. "Tapi karena saya memilih the right man in the right place dan siapa yang lebih baik berkoordinasi," katanya.
Presiden tidak menyebut siapa menteri yang bakal tergeser atau keluar dari kabinet. Namun, dia memastikan bahwa Boediono, Menteri Keuangan di era Megawati Soekarnoputri, telah ia minta masuk lagi ke kabinet. Kata Presiden, sebenarnya Boediono sudah ingin pensiun. "Namun, atas desakan saya, beliau menerima." Presiden telah bertemu dengan Boediono di lapangan terbang Halim Perdanakusuma, Kamis (1/12), menjelang keberangkatannya ke Sumatera Utara.
Saat ditemui di rumahnya, Jumat (2/12), Boediono enggan berkomentar. "Saya jawab dengan senyum, ya," kata dia kepada wartawan di rumahnya di Kompleks Bappenas, Jalan Mampang Prapatan XX, Jakarta. Namun, Boediono mengaku memang telah bertemu dengan Presiden di Halim.
Yudhoyono belum menyebut pos menteri apa kelak yang bakal diisi Boediono. Tapi sumber Tempo di pemerintah mengatakan, ekonom Universitas Gajah Mada itu akan menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (menggantikan Aburizal) merangkap Ketua Bappenas (menggantikan Sri Mulyani). Adapun Aburizal berganti posisi menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, menggantikan Alwi Shihab. Sedangkan Sri Mulyani menggantikan Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan. Menurut sumber itu, Presiden akan mengumumkan penggantian menteri Sabtu ini. "Tapi semuanya bisa berubah dalam semalam," katanya.
Hambali Batubara, Sunariyah, Agus Supriyanto, Oktamandjaya Wiguna, Fanny





