|
Anam Anggap Pertemuan Saifullah-Muhaimin Bukan Islah
Jum'at, 09 Desember 2005 | 10:28 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Choirul Anam, ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa versi muktamar Surabaya, menilai pertemuan Saifullah Yusuf dan Muhaimin Iskandar bukan keputusan politik partainya. Pertemuan itu, kata dia, "hanya kreasi Saifullah yang ingin menjadi penengah dalam konflik PKB".
"Hingga kini belum ada tanda-tanda islah (rujuk).
Saya sedang berjuang untuk menegakkan hukum," kata Choirul Anam, Jumat (9/12).
PKB terbelah setelah Ketua Dewan Syuro Abdurrahman Wahid memecat Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf, ketua umum dan sekretaris jenderal hasil muktamar Yogyakarta. Kubu Alwi yang mengklaim masih memimpin PKB, menggelar muktamar Surabaya dan memilih Choirul Anam sebagai ketua umum.
Faksi Abdurrahman Wahid, juga menggelar muktamar di Semarang. Dari muktamar ini terpilih Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum. Dalam perombakan kabinet, Presiden Yudhoyono mempertahankan Saifullah Yusuf (kubu Alwi) sekaligus memasukkan Erman Suparno (kubu Muhaimin).
Choirul Anam menuturkan, Saifullah sempat menelepon dirinya dua jam sebelum pertemuan di ruang Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR itu. Ia mengaku mempersilakan Saifullah bertemu Muhaimin. Tapi ia juga menyatakan bahwa pertemuan itu bukan keputusan partai.
Menurut Anam, konflik PKB tak bisa diselesaikan hanya dengan pertemuan dan rangkulan dua elite faksi. Menurut dia, pertemuan Kamis itu hanya antara dua anggota PKB di kabinet dan anggota fraksi di DPR.
Islah yang dikehendaki para kiai, kata Anam, kubu Muhaimin mengakui kesalahannya. Selain itu, kata dia, Muhaimin juga harus mengakui kalah dalam sengketa setelah Mahkamah Agung menyatakan pemecatan Alwi tidak sah. Sunudyantoro
| Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS.
Ketik TIJAWAB<spasi>brk70364<spasi>komentar dan kirim
ke 9333 |
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|